Tutorial Menggunakan Spot Metering Pada Kamera

Canggihnya fotografi digital dewasa ini membawa banyak kemudahan bagi penggunanya. Banyak fitur-fitur canggih ditanamkan pada kamera yang membuat hasil yang disajikan menjadi lebih elok dan memukau. Kali ini Aleron Jogja akan mengupas salah satu fitur keren dari fotografi digital yaitu spot metering. Apa itu spot metering? Untuk menjawab pertanyaan ini akan lebih baik jika dibahas dulu secara singkat mengenai light metering pada fotografi.

Light metering atau pengukuran intensitas cahaya adalah proses pengukuran besar kecilnya cahaya yang memasuki kamera. Proses ini berguna untuk menentukan kesesuaian tingkat eksposur agar gambar yang dihasilkan tidak terlalu gelap ataupun terang, tapi memiliki eksposur yang pas. Beberapa kamera memiliki fitur ini tapi mungkin memiliki istilah yang berbeda-beda tergantung pabrik pembuat kamera tersebut.

Terdapat beberapa metode light metering yang dapat dipilih sesuai dengan keinginan kita, yaitu: evaluative, center, partial, maupun spot. Pada evaluative metering, kamera akan melakukan pengukuran intensitas cahaya dengan memperhitungkan semua titik. Pada partial metering, kamera akan mengukur intensitas cahaya hanya sebagian yaitu sedikit di bagian tengah saja, sedangkan di luar area tengah yang diperhitungkan akan diabaikan. Pada center metering, kamera akan memperhitungkan seluruh bagian, akan tetapi memberikan penekanan atau titik berat pada bagian tengah. Nah pada spot metering, kamera hanya akan mengukur pencahanyaan pada satu titik kecil saja yang kira-kira porsinya hanya 1 % dari keseluruhan pandangan yang dibidik. Titik kecil ini terletak di bagian tengah dari pandangan yang terlihat di jendela bidik.

Kali ini Aleron Jogja akan membahas mengenai spot metering saja, karena dari judulnya memang demikian. Karena spot metering hanya menggunakan satu titik di tengah maka penggunaan metering ini haruslah hati-hati, dan jika belum memahami betul biasanya fotografer pemula akan kebingungan. Spot metering adalah metering yang paling sesuai untuk mengambil foto berjenis portrait atau foto wajah. Fitur ini sebaiknya digunakan bersamaan dengan exposure lock atau penguncian eksposur yang biasanya berupa tombol dengan simbol tanda bintang (*). Spot metering akan sangat membantu fotografer untuk mengambil gambar dengan pencahayaan yang tak menentu, misalnya backlight maupun low light, dengan tetap mempertahankan wajah model dalam kondisi terekspos dengan baik.

Langkah-langkah yang biasanya dilakukan adalah sebagai berikut:

  1. Set metering pada spot metering.
  2. Arahkan bagian tengah jendela bidik pada wajah model. Arahkan pada bagian wajah yang paling terang, misalnya pipi atau kening.
  3. Tekan tombol pengunci eksposure (exposure lock).
  4. Lakukan komposisi yang diinginkan atau recompose.
  5. Jepretkan kameranya.
Hutan Pinus Mangunan
Pengambilan Spot Metering pada bagian kening. Background kondisi overexpose.

Jika pengambilan gambar berhasil maka akan didapat gambar dengan kondisi wajah model dalam keadaan eksposur yang tepat, sedangkan latar belakang atau background akan overexpose ataupun underexpose, tergantung pencahayaan.

Spot Metering Pada Kening.
Pengambilan Spot Metering pada bagian kening. Background kondisi underexpose.

Seperti layaknya fitur-fitur kamera modern lainnya yang meskipun memudahkan penggunanya, tapi juga tetap memerlukan latihan untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Selamat berlatih!

Tinggalkan Balasan