Lava Tour Merapi Wisata Off-Road Terbaik di Yogyakarta

Spot Air Kalikuning
Gunung Merapi pada Cerahnya Pagi
Gunung Merapi pada Cerahnya Pagi

Lava Tour Merapi Destinasi Nomor 1 di Yogyakarta

Lava Tour Merapi merupakan destinasi wisata paling populer saat ini di Yogyakarta. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya agen tour yang memasukkan, bahkan dapat dikatakan wajib memasukkan destinasi ini ke dalam paket tour mereka. Demikian pula bagi para wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta, adalah merupakan kewajiban untuk mengunjungi destinasi Lava Tour Merapi ini.

Sebuah Kisah Musibah Membawa Berkah

Pada tahun 2010 lalu, erupsi gunung Merapi cukup dahsyat mampu menghanguskan desa-desa di sekitarnya, memaksa ribuan orang mengungsi, dan menyebabkan korban jiwa yang tidak sedikit. Meskipun demikian kini kisah erupsi gunung Merapi justru menjadi berkah. Kini lereng gunung Merapi menarik banyak wisatawan karena eksotika pemandangannya. Para wisatawan dapat menikmati kemegahan Merapi dengan wisata bertajuk Lava Tour Merapi.

Berkendara di Atas Jeep dengan Rute Off-Road

Untuk menikmati pemandangan gunung Merapi pengunjung dapat menggunakan jeep atau menyewa sepeda motor trail. Setiap jeep dapat memuat 4 penumpang. Jeep memang merupakan kendaraan yang cocok untuk kondisi rute di kawasan ini. Dahsyatnya letusan Merapi berdampak pada rusaknya jalan aspal di sekitarnya sehingga rute tersebut menyandang predikat sebagai rute off-road.

Off-Road Lava Tour Merapi
Off-Road Lava Tour Merapi

Pilihan Rute Lava Tour Merapi

Pihak pengelola Lava Tour Merapi menawarkan beberapa pilihan rute yang dapat dipilih oleh pengunjung. Rute yang tersedia meliputi:

  1. Rute pendek
  2. Rute medium
  3. Rute panjang
  4. Rute sunrise

Istilah rute pendek, medium, dan panjang mengacu pada jauhnya rute yang diambil. Semakin jauh rute yang diambil, maka semakin lama pula durasi tour tersebut. Sedangkan rute sunrise mengacu pada waktu aktivitas tour, yaitu pada pagi hari saat matahari terbit. Untuk rute sunrise pengunjung akan diajak untuk mengunjungi Bunker Kaliadem untuk menikmati matahari terbit. Untuk dapat menikmati sunrise, pengunjung harus memulai tour pada pukul 5:00 pagi. Rute sunrise cukup menarik bagi sebagian wisatawan karena setelah menyelesaikan Lava Tour Merapi, maka mereka masih punya banyak waktu untuk mengunjungi destinasi wisata lain di Yogyakarta.

Museum Sisa Hartaku, Lokasi Batu Alien, dan Bunker Kaliadem

Salah satu destinasi di kawasan ini adalah Museum Sisa Hartaku. Museum ini sebelumnya adalah rumah di kawasan lereng Merapi yang ikut terdampak erupsi. Di museum ini pengunjung dapat melihat sisa-sisa perabotan yang rusak bahkan hangus, bahkan terdapat pula sisa tulang binatang ternak yang mati karena terkena awan panas, atau penduduk lokal menyebutnya sebagai wedhus gembel. Museum terdapat di 2 lokasi, yaitu sebelah selatan dan sebelah utara. Pengunjung akan berhenti di salah satu museum saja.

Museum Sisa Hartaku Lava Tour Merapi
Museum Sisa Hartaku Lava Tour Merapi

Perhentian berikutnya adalah lokasi Batu Alien. Di lokasi ini terdapat sebuah batu besar yang tampak seperti wajah manusia, apabila dilihat dari sudut tertentu. Batu ini berasal dari muntahan Merapi. Sebelum erupsi dahsyat tahun 2010, lokasi ini adalah merupakan pemukiman warga. Kini pemukiman tersebut sudah hilang tertimbun material vulkanik Merapi.

Spot Batu Alien Lava Tour Merapi
Spot Batu Alien Lava Tour Merapi

Beranjak meninggalkan lokasi Batu Alien, pengunjung akan diajak ke lokasi Bunker Kaliadem. Bunker Kaliadem adalah fasilitas yang dibuat sebagai tempat berlindung dari awan panas atau wedhus gembel. Lokasi ini adalah lokasi yang paling dekat dengan puncak Merapi yang dikunjungi selama tour, yaitu jaraknya sekitar 4 km saja. Karena jaraknya yang cukup dekat maka pengunjung dapat melihat gunung Merapi dengan cukup jelas apabila cuaca cerah. Di sekitar Bunker Kaliadem ini terdapat beberapa warung yang menjajakan makanan, minuman, dan oleh-oleh. Salah satu minuman khas yang dijual di sini adalah kopi Merapi. Kopi ini adalah kopi yang ditanam di lereng Merapi dan memiliki cita rasa keasaman yang khas. Keasaman khas ini berasal dari zat mineral yang secara alami menjadi pupuk bagi tanaman kopi tersebut. Zat-zat mineral ini tentunya berasal dari material vulkanik gunung Merapi.

Bunker Kaliadem Lava Tour Merapi
Bunker Kaliadem Lava Tour Merapi

Spot Asap Panas

Spot Asap Panas berlokasi di bibir sungai Kaligendol dan merupakan spot yang cukup digemari. Di lokasi ini kadang dijumpai pasangan yang sedang melakukan prewedding. Spot ini sebenarnya tidak ada di dalam paket baik rute pendek, medium, maupun panjang, tapi apabila pengunjung ingin mampir ke spot ini maka pengunjung dapat menyampaikannya ke driver. Spot ini berada di antara Bunker Kaliadem dan Batu Alien.

Spot Asap Panas Lava Tour Merapi
Spot Asap Panas Lava Tour Merapi

Spot Air Kalikuning

Kalikuning adalah sebuah sungai yang berhulu di lereng gunung Merapi. Sungai ini tidak pernah kering sekalipun di musim kemarau. Bagi pengunjung yang membeli paket Lava Tour Merapi rute panjang maka spot terakhir adalah bermain air di Kalikuning. Bagi banyak orang, spot inilah yang paling ditunggu. Dengan memacu jeep membelah genangan air, maka pengunjung akan dibuat basah terkena cipratan air. Keseruan menyeruak saat goncangan jeep dipadukan dengan cipratan air membuat adrenalin terpompa kencang. Karena hal itulah biasanya pengunjung akan berteriak kencang sekencang laju jeepnya. Pengunjung tak perlu khawatir dengan kualitas atau kebersihan air di sungai ini, karena memang sumber atau hulu sungai ini sangat dekat di sebelah utara.

Spot Air Kalikuning
Spot Air Kalikuning

Aktivitas Penambangan Pasir Lereng Gunung Merapi

Seperti yang tertulis di tajuk, bahwa gunung Merapi membawa berkah. Berkah ini bukan hanya karena gunung Merapi mampu menarik wisatawan, tetapi juga karena gunung Merapi memberikan penghidupan warga yang bekerja sebagai penambang pasir. Pasir hasil muntahan gunung Merapi dikenal sebagai pasir berkualitas tinggi. Hal ini karena apabila pasir ini digunakan sebagai bahan bangunan, maka bangunan yang dihasilkan akan sangat kokoh. Selain itu keberadaan penambang pasir ini memang justru menguntungkan karena dengan mengambil pasir dari jalur lahar, maka jalur lahar menjadi kembali kosong dan siap menampung lahar baru. Jika pasir tidak ditambang malah akan membuat jalur lahar tersumbat.

Berikut ini adalah saran kami apabila Anda ingin mengunjungi Lava Tour Merapi.

  1. Lava Tour Merapi merupakan tour yang cukup ektrim karena menggunakan jeep menyusuri rute off-road. Sebaiknya Anda dalam kondisi fit atau tidak sedang sakit. Untuk ibu hamil juga disarankan tidak mengikuti tour ini karena cukup berisiko bagi kandungan.
  2. Bawa baju ganti apabila Anda membeli paket rute panjang karena bermain di spot air Kalikuning pasti akan membuat Anda basah kuyup.
  3. Pada musim kemarau kondisi tanah yang kering membuat udara sangat berdebu. Pihak pengelola akan menyediakan masker untuk dibagikan kepada pengunjung. Meskipun demikian Anda dapat juga membawa masker tambahan bila perlu. Adanya debu halus juga dapat membuat mata iritasi, oleh sebab itu Anda dapat membawa kacamata bila perlu.
  4. Bawalah barang hanya yang diperlukan saja. Perjalanan yang off-road akan membuat tubuh Anda terguncang keras, oleh sebab itu selalu jaga barang bawaan agar jangan sampai jatuh.
  5. Jika Anda datang bersama rombongan dan menggunakan banyak jeep, Anda harus mengingat jeep yang Anda kendarai agar tidak salah naik jeep. Hal ini dapat terjadi karena bentuk jeep yang serupa kadang membuat pengunjung bingung. Anda dapat menghafal jeep dari warna dan plat nomornya.

Demikian saran dari kami, jika Anda ingin mengunjung destinasi Lava Tour Merapi dalam waktu dekat silakan kontak kami di tautan ini.
[wpforms id=”217″ title=”false” description=”false”]

Hutan Pinus Pengger Land Art Unik di Tengah Hutan

Icon Hutan Pinus Pengger
Icon Hutan Pinus Pengger

Hutan Pinus Pengger Bantul Kawasan Selfie Unik Terkini

Hutan Pinus Pengger merupakan kawasan wisata yang terletak di kabupaten Bantul, tepatnya di kecamatan Dlingo. Kawasan ini memiliki beberapa obyek wisata yang pada dasarnya sama yaitu berupa kawasan hutan pinus. Selain itu tak jauh dari sini juga terdapat destinasi wisata Kebun Buah Mangunan yang juga cukup populer bagi wisatawan baik wisatawan domestik maupun mancanegara.

Hutan Pinus Pengger menawarkan area yang cukup luas dan terdapat beberapa spot selfie yang unik. Dengan harga tiket yang cukup murah yaitu Rp 2500,- Anda dapat menikmati suasana asri dan sejuk menyusuri area ini. Selain untuk selfie, di sini Anda dapat juga berkemah, bersantai di hammock, bahkan mengadakan event tertentu. Hutan Pinus Pengger dapat dicapai menggunakan mobil maupun sepeda motor, dan memiliki lapangan parkir yang cukup memadahi.

Lapangan Parkir Hutan Pinus Pengger
Lapangan Parkir Hutan Pinus Pengger

Demi kepuasan pengunjung, pihak pengelola membuka destinasi wisata ini sampai malam hari. Saat malam hari pemandangan akan lebih keren terutama saat melihat ke arah kota Yogyakarta.

Cahaya Sunset Epik di antara Pepohonan Tinggi

Jika Anda berkunjung ke sini saat sore hari, Anda dapat menikmati sunset yang epik dengan warna-warnanya indah.

Warna-Warni Senja di Hutan Pinus Pengger
Warna-Warni Senja di Hutan Pinus Pengger

Saat matahari masih cukup tinggi pun, pemandangan yang terlihat tak kalah menawan. Melihat sorot sinar matahari menembus pepohonan akan memanjakan setiap mata yang melihat.

Mentari di antara Pepohonan Pinus
Mentari di antara Pepohonan Pinus

Land Art Unik Instagramable

Meskipun di kawasan ini terdapat beberapa destinasi serupa, namun Hutan Pinus Pengger menawarkan sesuatu yang berbeda yaitu sajian instalasi seni yang sangat unik yang disebut land art. Instalasi seni ini mengusung gaya kreatif dan sangat natural yaitu berupa anyaman ranting pohon saliara. Ranting yang dianyam, dibentuk, dilenturkan sedemikian rupa sehingga membentuk geometri aneh, misterius, dan menggugah rasa ingin tahu. Wisnu Ajitama adalah seniman yang bertanggung jawab dengan keberadaan instalasi seni ini. Imajinasi Anda akan terbang menerka bentuk-bentuk ganjil di depan mata.

Asuma Padaruksa Gerbang Selamat Datang

Gerbang Asuma Padaruksa adalah pintu gerbang yang seakan mengantarkan pengunjung ke realitas yang lain. Gerbang ini berbentuk mirip sebuah mahkota atau hiasan kepala. Gapuran ini memiliki tinggi sekitar 2,5 meter dan panjang kira-kira 2 meter. Di atap bagian dalam terdapat lampu penerang.

Gerbang Asuma Padaruksa
Gerbang Asuma Padaruksa

Sabrang Anindha

Spot selfie ini berbentuk dua gubug yang menyatu bagian atapnya. Sabrang Anindha dapat kita bayangkan sebagai penyatuan dua entitas yang terpisah oleh jarak. Penyatuan dua entitas ini akan terlihat indah di mata orang yang memandangnya. Pengunjung dapat juga memasuki gubug dengan memanjat tangga yang telah disediakan. Tiap-tiap gubug memiliki jendela untuk melihat arah luar.

Sabrang Anindha
Sabrang Anindha

Pancawara

Pancawara adalah spot selfie di Hutan Pinus Pengger yang paling unik. Pancawara mengambil bentuk telapak tangan kanan manusia. Spot ini terletak di sebuah tebing dengan latar belakang alam hijau. Pada sore yang cerah akan terlihat sunset yang indah sebagai latar belakangnya.

Pancawara - Instalasi Seni Berbentuk Telapak Tangan Kanan
Pancawara – Instalasi Seni Berbentuk Telapak Tangan Kanan

Jika Anda berencana mengunjungi Hutan Pinus Pengger dalam waktu dekat dan memerlukan jasa rental mobil, silakan kunjungi tautan berikut ini.

Pantai Parangtritis Yogyakarta

Parangtritis Pantai Paling Populer di Yogyakarta

Jika Anda diminta untuk menyebutkan beberapa nama pantai di Yogyakarta, barangkali yang pertama kali Anda sebutkan adalah pantai Parangtritis. Pantai yang terletak di kabupaten Bantul ini memang adalah pantai paling terkenal di Yogyakarta. Selain karena sebagai pantai yang dibuka untuk umum, pantai ini juga merupakan salah satu komponen mistisme Jawa terutama untuk orang Jawa di Yogyakarta. Kosmologi Jawa mengaitkan eksistensi pantai Parangtritis dengan gunung Merapi, Tugu Yogyakarta, dan Keraton Yogyakarta. Semua entitas tersebut terletak pada sebuah garis imajiner lurus yang membujur utara-selatan. Di pantai ini pada saat-saat tertentu diadakan ritual tradisional yang dilakukan oleh abdi dalem Keraton Yogyakarta dan juga masyarakat sekitar.

Icon atau Landmark Pantai Parangtritis
Icon atau Landmark Pantai Parangtritis

Pantai Parangkusumo dan Tebing Parangendog

Selain pantai Parangtritis, di kawasan ini dapat kita jumpai pula pantai Parangkusumo dan tebing Parangendog. Tebing Parangendog adalah tebing yang terletak di sebelah timur sedangkan pantai Parangkusumo terletak di sebelah barat. Tebing Parangendog merupakan lokasi yang digunakan untuk aktivitas olah raga paralayang. Pada bulan Desember saat angin cenderung tenang dan bersahabat, para atlit paralayang menjajal kemampuan mereka di sini. Aktivitas paralayang memang tidak dapat dilakukan sepanjang tahun karena faktor angin yang kadang tidak memungkinkan, bahkan dapat membahayakan karena parasut tidak dapat mengembang dengan sempurna, atau juga karena faktor arah angin yang salah.

Aktivitas Paralayang di Pantai Parangtritis
Aktivitas Paralayang di Pantai Parangtritis

Pantai Paling Dekat Dengan Pusat Kota Yogyakarta

Jika Anda tidak memiliki banyak waktu berwisata di Yogyakarta tapi ingin menikmati deburan ombak di pantai, maka mengunjungi pantai Parangtritis dapat menjadi pilihan. Selain pantai Parangtritis, kabupaten Bantul juga memiliki beberapa pantai seperti pantai Samas, Pandansari, Goa Cemara, dan pantai Baru. Pantai Parangtritis cukup dekat dengan pusat kota yaitu berjarak sekitar 24 km atau dapat ditempuh dalam waktu kurang dari 1 jam. Anda dapat memadukan berwisata mengunjugi pantai Parangtritis dengan mengunjungi Keraton Yogyakarta, candi Prambanan, candi Ratu Boko, maupun Lava Tour Merapi. Jika Anda cukup jeli mengatur waktu, maka Anda dapat mengunjugi beberapa obyek tersebut dalam satu hari.

Pantai Luas dengan Banyak Aktivitas

Pantai yang menghadap ke selatan ini adalah pantai yang cukup luas sehingga mampu menampung banyak aktivitas seperti berkendara dengan ATV maupun naik kereta kuda. Anda dapat menjelajahi pantai ini baik dengan ATV maupun dengan menyewa kereta kuda. Kontur tanah di pantai Parangtritis ini cukup landai. Saat sore hari saat ombak cukup tenang, Anda dapat berfoto di atas tanah yang basah yang akan membuat foto Anda terlihat sangat menarik. Tanah yang basah akan tampak seperti cermin, sehingga Anda akan terlihat seakan berdiri di atas cermin. Pasir di pantai ini berwarna hitam karena merupakan pasir hasil muntahan dari gunung Merapi. Gunung Merapi secara periodik mengeluarkan lahar yang kemudian secara terarah mengalir ke selatan dan akhirnya bermuara di pantai Parangtritis. Hal ini telah berlangsung selama jutaan tahun, menjadikan daerah sepanjang aliran lahar menjadi subur.

Pemandangan Sunset di Pantai Parangtritis
Pemandangan Sunset di Pantai Parangtritis

Dilarang Berenang di Pantai

Seperti di pantai pesisir selatan Jawa pada umumnya, di pantai Parangtritis pun terdapat larangan berenang di pantai. Hal ini karena memang kondisi ombak yang cukup ganas yang mampu menyeret pengunjung masuk ke perairan dalam. Oleh sebab itu di kawasan ini terdapat semacam kolam renang anak. Jika Anda berkunjung ke pantai ini bersama anak kecil, maka jangan biarkan anak Anda berenang di pantai. Agar lebih aman sebaiknya puaskan keinginan berenang anak Anda dengan berenang di kolam yang telah disediakan. Dengan demikian anak-anak merasa senang dan Anda pun tenang melihat mereka bermain.

Akses Mudah dan Lapangan Parkir Luas

Karena pantai ini sudah dikelola dengan baik maka akses ke pantai ini pun telah sangat baik pula. Pantai ini dapat diakses dengan mudah dengan kendaraan seperti sepeda motor, mobil, maupun big bus. Lapangan parkirnya pun sangat luas.

Jika Anda berencana mengunjungi pantai Parangtritis dalam waktu dekat, silakan kunjungi tautan berikut ini.

Menanti Sang Mentari di Gunung Api Purba Nglanggeran

Gunung Api Purba Nglanggeran

Gunung Api Purba Nglanggeran merupakan ekowisata di Yogyakarta yang kini jadi destinasi favorit bagi para wisatawan. Destinasi wisata di Jogja ini terletak di desa Nglanggeran, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Di kawasan ini sebenarnya terdapat tiga destinasi yang dapat dikunjungi yaitu: 1) Gunung Api Purba, 2) Embung Nglanggeran, dan 3) Air Terjun Kedung Kandang. Untuk mencapai destinasi ini Anda harus menggunakan kendaraan pribadi atau dapat juga menyewa mobil rental karena memang tidak ada angkutan umum ke sini.

Selamat Datang di Kawasan Ekowisata
Selamat Datang di Kawasan Ekowisata Gunung Api Purba Nglanggeran

Menurut para ahli, gunung api purba ini terdapat di dasar laut pada puluhan juta tahun lalu yang kemudian terangkat menjadi daratan karena proses geologi. Selain itu aktivitas vulkanik gunung api ini terhenti karena jalur magma yang tersumbat. Hal ini menyebabkan gunung api ini mati. Kematian gunung api purba Nglanggeran ini kemudian diikuti oleh lahirnya gunung api baru yaitu gunung Merapi. Aktivitas vulkanik gunung Merapi dimulai setelah aktivitas vulkanik gunung api Nglanggeran berakhir.

Gunung Gedhe Puncak Setinggi 700 MDPL

Puncak Gunung Api Purba Nglanggeran yang dinamai Gunung Gedhe memiliki ketinggian 700 meter dari permukaan laut. Untuk mencapai puncak ini pengunjung dapat mendaki sekitar satu jam dengan rute pendakian yang cukup ekstrim. Kecuraman jalur pendakian dapat lebih dari 45 derajat. Oleh sebab itu dapat dikatakan destinasi wisata di Jogja ini bukan untuk semua orang karena memang dibutuhkan stamina yang prima untuk mencapai puncaknya. Pada puncak inilah pengunjung dapat menikmati sunrise maupun sunset yang indah dan sangat memanjakan mata. Bagi para pengunjung yang ingin berkemah, dapat berkemah di area perkemahan tak jauh dari puncak Gunung Gedhe, karena puncak Gunung Gedhe memang tidak dapat digunakan untuk berkemah karena permukaan batu yang keras dan tidak rata. Di kawasan ini terdapat beberapa spot perkemahan yang tersedia.

Kegiatan outbound dan live in

Selain sebagai lokasi camping dan hiking, pihak pengelola juga menyediakan sarana outbound, dan kegiatan live in. Kegiatan live in adalah kegiatan yang mengajak pengunjung untuk tinggal bersama penduduk lokal dan menjalani kegiatan penduduk sehari-hari seperti bertani, membajak sawah, dan juga membatik. Kegiatan live in biasanya diikuti oleh anak-anak sekolah untuk memperkenalkan kehidupan pedesaan.

Mari Mulai Mendaki

Setelah Anda membeli tiket masuk, Anda dapat memulai pendakian melalui jalur yang telah ditentukan. Titik mulai ada di Pendopo Joglo Kalisong. Apabila Anda bersama beberapa teman dan ada beberapa di antaranya tidak ikut mendaki, maka mereka yang tidak ikut mendaki dapat menunggu di pendopo ini.

Pendopo Joglo Kalisong - Titik Awal Pendakian
Pendopo Joglo Kalisong – Titik Awal Pendakian

Pendopo ini juga bersebelahan dengan tempat parkir kendaraan roda 4 yang memang tak cukup luas. Jika Anda berencana membawa rombongan besar dan menggunakan bis besar sebaiknya Anda berkoordinasi dengan pihak pengelola.

Lapangan Parkir Kendaraan Roda 4
Lapangan Parkir Kendaraan Roda 4

Taman Pendidikan Prasejarah Gunung Api Purba Nglanggeran

Sebagai situs purbakala yang diakui UNESCO, gunung api purba Nglanggeran memberikan arena edukasi mengenai kepurbakalaan yaitu di lokasi Taman Pendidikan Praserajah Gunung Api Purba Nglanggeran.

Taman Pendidikan Prasejarah
Taman Pendidikan Prasejarah

Di lokasi ini terdapat 2 kerangka dinosaurus buatan dan beberapa telur dinosaurus buatan yang juga dapat digunakan untuk selfie oleh pengunjung. Tak hanya itu, di sini juga terdapat tempat duduk dengan bentuk unik yaitu menyerupai tulang dinosaurus.

Spot Panjat Tebing yang Menantang Song Gudel

Bagi Anda penyuka kegiatan panjat tebing, pihak pengelola menyediakan spot panjat tebing Song Gudel yang sangat layak dicoba. Lokasi ini sudah dikondisikan sedemikian rupa sehingga pengunjung merasa nyaman berkegiatan di sini. Terdapat sebuah rongga batu di sini yang dapat digunakan untuk berteduh. Lokasi ini dinamai Song Gudel karena menurut penuturan masyarakat pernah terjadi seekor anak kerbau atau dalam bahasa Jawa disebut “gudel” dimakan oleh seekor macan di lokasi ini. Pacu adrenalin Anda dengan memanjat gunung api purba berumur puluhan juta tahun ini.

Spot Panjat Tebing Song Gudel
Spot Panjat Tebing Song Gudel

Lorong Sumpitan Mengantarkan Anda Menuju Puncak

Melangkah naik Anda akan banyak menemui celah-celah batu yang sempit yang akan mengantarkan Anda menuju puncak. Terdapat dua celah sempit di antara batu besar yang akan Anda temui yang disebut dengan Lorong Sumpitan 1 dan Lorong Sumpitan 2. Pada Lorong Sumpitan 1 bahkan terdapat batu yang tertahan di antara celah lorong yang menambah keunikan destinasi wisata di Jogja ini.

Lorong Sumpitan 1
Lorong Sumpitan 1

Setelah melewati Lorong Sumpitan 1, Anda akan menemui Gardu Pandang 1. Di gardu pandang ini jalur pendakian bercabang ke kanan dan ke kiri. Anda dapat memilih salah satunya, keduanya akan sama-sama menuju puncak Gunung Gedhe.

Gardu Pandang 1 Spot Melihat Sunset
Gardu Pandang 1 – Spot Melihat Sunset

Terdapat total 5 gardu pandang di sini yang dapat Anda gunakan untuk beristirahat sementara untuk mengumpulkan tenaga. Dari kelima gardu pandang, Gardu Pandang 4 adalah satu-satunya gardung pandang yang tidak dapat digunakan untuk melihat pemandangan. Meskipun demikian Gardu Pandang 4 tetap dapat digunakan untuk beristirahat.

Gardu Pandang 4 Tanpa View Pemandangan
Gardu Pandang 4 Tanpa View Pemandangan

Gardu Pandang 5 adalah gardu pandang terakhir yang terletak di sebelah utara dari puncak Gunung Gedhe. Dari puncak Gunung Gedhe Anda dapat dengan jelas melihat Gardu Pandang 5.

Petunjuk Jalan yang Lengkap

Di beberapa titik terdapat petunjuk jalan jadi Anda tak perlu khawatir tersesat saat mendaki.

Petunjuk Rute Ke Puncak
Petunjuk Rute Ke Puncak

Karena curamnya jalur pendakian, maka di beberapa titik pengelola memasang tali sebagai alat bantu yang dapat Anda pegang. Pada saat musim hujan saat rute menjadi licin, maka keberadaan tali ini akan sangat membantu.

Tali Sebagai Alat Bantu Mendaki
Tali Sebagai Alat Bantu Mendaki

Pihak pengelola juga sudah mengusahakan jalan dengan tangga berundak. Meskipun tidak seluruh jalan terdapat tangga berundak ini, tapi usaha pihak pengelola layak kita apresiasi.

Rute dengan Tangga Buatan Pengelola
Rute dengan Tangga Buatan Pengelola

Selamat Anda Telah Mencapai Puncak

Setelah naik meninggalkan Gardu Pandang 4 maka Anda akan mencapai puncak yaitu Gunung Gedhe. Tepat sebelum mencapai puncak Anda akan disambut oleh tangga terakhir.

Tangga ke Puncak Gunung Gedhe
Tangga ke Puncak Gunung Gedhe

Di puncak ini tertancap bendera Merah Putih yang gagah berkibar ditiup angin.

Bendera Merah Putih di Puncak Gunung Gedhe
Bendera Merah Putih di Puncak Gunung Gedhe

Dari puncak ini Anda dapat melihat Gunung Lima Jari dan juga Embung Nglanggeran yang letaknya tak jauh dari situ.

Gunung Lima Jari - Tampak Menyerupai Telapak Tangan Kiri Menengadah ke Atas
Gunung Lima Jari – Tampak Menyerupai Telapak Tangan Kiri Menengadah ke Atas
Embung Nglanggeran Saat Fajar - Pemandangan Aerial
Embung Nglanggeran Saat Fajar – Pemandangan Aerial

Di pagi yang cerah Anda dapat juga melihat ke arah utara untuk melihat gunung Merapi.

Merapi Terlihat dari Nglanggeran - Pemandangan Aerial
Merapi Terlihat dari Nglanggeran – Pemandangan Aerial

Saat berada di puncak Gunung Gedhe Anda harus ekstra hati-hati karena memang tidak terdapat pagar di sekitarnya. Selalu jaga jarak dari tebing karena memang kontur batunya yang curam dan dapat saja licin.

Puncak Gunung Gedhe
Puncak Gunung Gedhe – Pemandangan Aerial

Rute turun tak kalah melelahkan

Setelah puas menikmati pemandangan di puncak, Anda dapat turun melalui rute yang telah ditentukan yaitu di titik percabangan di dekat Gardu Pandang 2. Mendekati titik akhir Anda akan menemui warung kejujuran. Warung kejujuran adalah warung yang menjual aneka jenis minuman dengan harga tertentu yang tertera pada sebuah papan. Warung tersebut tidak dijaga sama sekali oleh pengelola. Jika Anda membeli minuman tersebut silakan Anda memasukkan uang ke dalam toples yang telah disediakan. Hal ini menuntut kejujuran Anda, oleh sebab itu disebut warung kejujuran. Harga yang tertera cukup masuk akal dan tidak terlalu mahal. Pihak pengelola telah secara jujur dengan memasang harga yang wajar, maka pihak pengunjung juga dituntut untuk jujur membayar seharga yang telah tertulis di papan harga.

Warung Kejujuran
Warung Kejujuran

Berikut ini beberapa saran kami bagi Anda yang ingin mendaki gunung api purba Nglanggeran.

  1. Siapkan stamina yang prima karena energi Anda akan sangat terkuras. Bawa air minum satu botol penuh karena Anda akan banyak berkeringat dan kehilangan banyak cairan. Bila perlu bawa minuman isotonik.
  2. Gunakan sepatu trekking atau sepatu yang kuat menahan beban ekstrim.
  3. Jaga barang bawaan Anda jangan sampai terjatuh terutama dompet, karena perjalanan yang ekstrim dapat saja membuat dompet Anda jatuh tanpa Anda menyadarinya. Sebaiknya masukkan dompet Anda ke dalam tas.
  4. Jika Anda belum pernah mendaki gunung sebaiknya Anda tidak mendaki gunung api purba Nglanggeran sendirian. Kami sarankan Anda harus bersama teman setidaknya satu orang. Anda dapat juga menyewa pemandu yang tersedia di loket saat Anda membeli tiket, dengan harga tertentu.
  5. Saat terbaik untuk mendaki adalah pada saat musim kemarau karena apabila musim hujan maka rute akan menjadi licin. Namun jika Anda menjunjungi destinasi ini pada musim hujan saat rute licin maka Anda harus ekstra hati-hati.
  6. Semua sampah sisa makanan atau minum Anda, wajib Anda bawa sendiri turun agar tidak mengotori kawasan ini. Meskipun pengelola telah memasang himbauan untuk tidak membuang sampah sembarangan, nyatanya di kawasan ini masih banyak ditemukan sampah berserakan yang dibuang oleh pihak-pihak tak bertanggung jawab. Mari bersama kita jaga kebersihan lokasi wisata di mana pun juga.

Bagi Anda yang berencana mengunjungi Gunung Api Purba Nglanggeran dalam waktu dekat, Anda dapat menggunakan jasa rental mobil di tautan ini.